Gempa 7,1 SR Guncang Maluku Utara Tidak Berpotensi Tsunami

Kepala Pusat Bumi dan Tsunami, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono mengatakan gempa Magnitudo 7,1 terjadi pada pukul 22.08.42 WIB yang tergolong gempa bumi tektonik mengguncang wilayah laut sebelah barat Kota Ternate, Episenter, terletak pada koordinat 0,53 LU dan 126,18 BT atau lokasinya yang bertepatan di dasar laut dengan kedalaman 49 kilometer, pada jarak 133 kilometer arah barat Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Triyono mengatakan gempa tersebut merupakan akibat dari deformasi kerak bumi di lempeng Laut Maluku dan memiliki mekanisme sesar naik (Thrust Fault) akibat adanya tekanan lempeng mikro Halmahera ke arah barat dan tekanan lempeng mikro Sangihe ke arah timur. Akibatnya lempeng Laut Maluku terjepit sehingga membentuk subduksi ganda ke bawah Halmera dan kebawah Sangihe.

Dalam keterangan resmi BMKG sebelumnya menginformasikan bahwa ada peringatan dini tsunami. Kepala BMKG mengatakan, Gempa bumi dangkal yang hiposentrumnya berada kurang dari 60 km dari permukaan bumi sebenarnya bisa lebih merusak, akan tetapi masih dipengaruhi pula oleh jarak ke pemukiman penduduk. Jika gempa dangkal berasal dari tengah laut, efeknya akan berkurang di darat, tetapi lebih berpotensi terjadinya tsunami.

Pada pukul 00.09 BMKG mencabut peringatan dini tsunami yang terjadi akibat gempa, 8 juli 2019. BMKG mengimbau agar warga untuk kembali ke tempat masing – masing, peringatan dini tsunami telah selesai, akan tetapi warga diharapkan untuk tetap waspada . Masyarakat di haruskan untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak benar. Informasi resmi hanya bersumber dari BMKG dan kanal komunikasi resmi yang sudah terverifikasi.

Sumber Foto : images.reference.com/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *