Sistem Ganjil-Genap Jadi Salah Satu Solusi DKI Atasi Polusi Udara

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, sistem pembatasan kendaraan berdasarkan nomor polisi ganjil-genap menjadi salah satu rencana Pemprov DKI Jakarta mengatasi polusi udara di Jakarta. Akan tetapi, Anies belum mau merinci sistem ganjil genap seperti apa yang akan di terapkan untuk mengatasi polusi udara.

“Itu (Sistem ganjil-genap) juga salah satu yang akan difinalisasi.” Kata Anies setelah menghadiri peringatan 150 tahun hari kelahiran Mahatma Gandhi di Taman Suropati, Jakarta pusat, Rabu(31/7).

Anies menyampaikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini sedang menyiapkan sejumlah cara untuk mengatasi polusi udara. Ia akan mengumumkan rencana itu sekaligus.

“Anda hafal kebiasaan saya, Saya tidak ngomong parsial. Kalau sudah lengkap, kami umumkan langkah-langkah yang akan kami gunakan untuk menangani ini (Polusi udara),” Kata Anies.

Menurut Anies, langkah-langkah yang akan dilakukan Pemprov DKI pasti bertujuan untuk mengurangi sumber polusi udara tersebut.

“Ujungnya pada pengurangan di sumber-sumber dan itu menyangkut pada masalah lalu lintas.” Ujar Anies.

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) sebelumnya menyarankan pemprov DKI Jakarta untuk memperluas pemberlakuan ganjil genap sebagai langkah darurat untuk mengurangi pencemaran di Ibu Kota.

Perluasan penerapan ganjil-genap dinilai dapat memaksa masyarakat untuk mengurangi penggunaan kendaraan sehingga mampu sedikit mengurangi pencemaran udara di Jakarta.

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, (BPTJ) Kementrian Perhubungan juga mengusulkan penerapan kembali sistem ganjil-genap seperti yang berlaku saat Asian Games 2018, Yakni mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WIB pada Senin sampai Jumat, kecuali hari libur.

Usul itu disampaikan melalui surat bernomor TJ.102/1/2/BPTJ-2019 yang ditanda tangani Kepala BPTJ Bambang Prihartono pada 8 Juli lalu.

Saat ini ganjil genap hanya berlaku pada 06.00-10.00 dan pukul 16.00-20.00 di Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Gatot Subroto, Sudirman, sebagian Jalan Jenderal S Parman dari ujung simpang Jalan Tomang Raya sampai Simpang KS Tubun. Selanjutnya, Jalan MT Haryono, Jalan HR Rasuna Said, Jalan DI Panjaitan, dan Jalan Ahmad Yani.

Sumber Foto : beritagar.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *