Arsenal

Penampilan luar biasa ditunjukkan Arsenal saat menjamu Bayern Munich di penyisihan Grup F Liga Champions, Selasa 20 Oktober 2015. Di luar dugaan, The Gunners mampu mengalahkan Bayern 2-0. Padahal, Arsenal diragukan untuk keluar sebagai pemenang. Terlebih, Bayern tampil sempurna di dua laga awal Liga Champions. Sebaliknya, The Gunners kalah di 2 laga awal. Tak hanya itu, Bayern juga sukses meraih 12 kemenangan beruntun di semua ajang.

Penampilan konsisten ditunjukkan Die Roten di Bundesliga. Armada Pep Guardiola menyapu bersih 9 kemenangan dan kokoh di puncak klasemen. Sedangkan Arsenal masih belum konsisten, meski kini menempati posisi 2 Premier League. Apa yang terjadi di Emirates Stadium di luar prediksi banyak pihak. Meskipun Bayern lebih dominan dengan penguasaan bola sebanyak 70 persen, Arsenal terbukti tampil efektif. Dua gol bersarang di gawang Manuel Neuer lewat gol Olivier Giroud di menit 77, dan Mesut Oezil di masa injury time.

Arsenal sukses meredam dominasi tersebut dan lebih mengoptimalkan peluang yang ada dengan melepas delapan tembakan yang terarah dari 13 usaha. Hal tersebut diungkapkan oleh Giroud. “Kami tampil baik sampai gol tercipta dan bertahan dengan sangat baik. Bayern akan menguasai bola, mereka sangat bagus dalam penguasaan bola dan mereka menyelesaikan laga dengan 70% penguasaan bola,” kata Giroud di situs resmi UEFA.

“Mereka mendominasi laga, tapi kami sudah tahu itu sejak awal dan kami mampu mematikannya. Kami perlu kemenangan ini untuk bertahan di Liga Champions dan mencoba lolos ke tahap berikutnya,” sambungnya.¬†Kekalahan ini jadi yang pertama bagi Robert Lewandowski cs, setelah mencatatkan 12 kemenangan beruntun di semua ajang. Anehnya, pelatih Bayern, Pep Guardiola malah merasa senang. “Itu adalah pertandingan yang bagus. Kami tidak ingin membiarkan mereka mencoba untuk mendominasi bola, dan memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan ini. Tapi, selamat kepada Arsenal untuk kemenangannya, dan kami akan berjumpa lagi di Eropa,” kata Guardiola dilansir¬†Sportsmole.

“Di Liga Champions, Anda dituntut untuk menjadi sempurna di semua aspek. Ada beberapa bagian di mana kami tidak memilikinya hari ini,” imbuh pelatih yang pernah bermain untuk Barcelona semasa bermain.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>