Mungkin Pee Mak sejak awal sudah berlabel horor-komedi namun pada akhirnya film ini lebih tepat disebut parodi. Momen seram yang ditampilkan seringkali berakhir lucu berkat keempat tokoh tersebut. Namun Pee Mak tidak lantas menjadi sajian konyol. Dengan segala kemahiran karakter dalam memunculkan situasi humornya. Pee Mak membuktikan pernyataan bahwa idiot dan jenius itu berbeda tipis memang benar adanya. Tidak hanya komedi, bagi anda yang sebelumnya pernah mendengar cerita Nang Nak pasti tahu bahwa akan ada unsur romansa yang cukup menyedihkan dalam cerita tersebut. Banjon Pisanthanakun pun masih akan menyajikan aspek romansa yang kuat. Tidak terlalu banyak, cukup berikan sebuah momen saat Mak dan Nak berdua mengunjungi pasar malam yang indah sambil tertawa bersama dan sesekali melontarkan rayuan gombal maka terciptalah sebuah adegan klise namun terasa indah, romantis dan cukup menyentuh.

Berlatar belakang saat Thailand masih bernama Siam dan berada dibawah pemerintahan Raja Mongkut yang berarti ber-setting sekitar tahun 1850-1860-an. Saat itu Mak (diperankan oleh: Mario Maurer) bersama kuartet konyol Aey, Ter, Shin dan Puak sedang berada di medan perang. Mak meninggalkan istrinya Nak (Davika Hoorne) yang tengah hamil tua. Setelah perang usai, Mak dan keempat sahabatnya pulang untuk menemui Nak yang ternyata telah melahirkan. Namun setelah kepulangannya tersebut Mak justru mendapat kabar tidak enak dari seisi kampung yang mengatakan bahwa Nak sudah meninggal dan menjadi hantu. Mak tidak begitu saja percaya tapi satu per satu kejadian horor mulai menimpa Mak dan teman-temannya.

Saat industri perfilman Thailand mulai beralih tren menjadi komedi romantic, sutradara spesialis film horror Thailand, Banjong Pisanthankun tetap bisa menelurkan film horror yang berkualitas dan digemari lewat film horror komedi berjudul Pee Mak Phrakanong yang merupakan adaptasi dari film Nang Nak yang diceritakan berdasarkan cerita rakyat dari negeri Thailand. Dengan berani Banjong menambahkan unsur komedi yang begitu kental dalam film ini dengan memunculkan kembali empat sekawan dalam diri Aey, Ter, Shin dan Puak yang sebelumnya sukses mengocok perut di dua edisi film Phobia.

Bicara soal karakter pemain, jelas yang paling bersinar adalah kuartet Kantapat Permpoonpatcharasuk, Nuttapong Chartpong, Wiwat Kongrasri dan Pongsathorn Jongwilak yang dengan kompak dan sempurna menebar humor demi humor yang begitu efektif. Secara keseluruhan Pee Mak Phrakhanong adalah hiburan yang sangat menyenangkan. Jika anda ingin mendapatkan tontonan horor mencekam mungkin itu tidak akan anda dapatkan tapi setidaknya anda tetap akan terhibur oleh film ini terutama oleh kuartet sahabat yang akan mengocok perut anda. Penasaran kan melihat langsung aksi empat sekawan ini di film Pee Mak?

Tonton saja di Genflix.co.id. Sebuah layanan streaming yang telah dikenal luas dengan tayangan LIVE sepakbola terlengkapnya. Dan kini Genflix makin lengkap dengan menghadirkan ribuan film blockbuster dari berbagai negara yang akan sayang jika dilewatkan.

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>