Didirikan pada tahun 1900 oleh para pekerja galangan kapal “Thames Ironworks” prestasi West Ham United di masa lalu hanya dihabiskan di kompetisi divisi 2. Tim berjuluk The Hammers ini dianggap menjadi kunci kesuksesan Inggris saat menjadi tuan rumah piala dunia 1966, empat gol yang diciptakan Inggris di final merupakan kontribusi dua pemain West Ham, Martin Peters dan Geoff Hurst. Kapten tim saat itu, Bobby Moore, adalah seorang legenda West Ham.

Tim yang sudah tidak lagi bermarkas di stadion Upton Park ini dikenal sebagai klub yang mencetak pesepakbola top. Sejak 1950-an, klub mendirikan pusat pembinaan pemain muda yang dibentuk manajer Ted Fenton. Hasil pembinaan tersebut menciptakan para pemain seperti Moore, Peters, dan Hurst, yang menjadi anggota tim juara dunia 1966. Pada periode selanjutnya, akademi memberikan Hammers banyak pemain ternama, seperti Trevor Brooking, Tony Cottee, Paul Ince, Rio Ferdinand, Joe Cole, Michael Carrick, Glen Johnson, hingga Frank Lampard.

Liga Inggris atau biasa kita dengar dengan sebutan BPL selalu identik dengan tim big fournya seperti Chelsea, Arsenal, Liverpool, dan Manchester United. Oh tidak, sekarang menjadi lima semenjak Manchester City disulap menjadi tim yang kaya akan finansial, bukan kaya akan prestasi. Tapi siapa yang mengira bahwa tim dari kota London bagian Timur bernama West Ham United kerap menjadi batu sandungan bagi tim-tim papan atas Inggris hingga kerap membuat “Big Four” harus mengeluarkan uang banyak untuk membeli wonderkid dari tim yang pernah dibela legenda Italia, Paolo Di Canio ini.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>