Pulau yang terletak antara provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat ini adalah satu-satunya habitat komodo di dunia. Komodo merupakan spesies kadal terbesar di dunia yang masih hidup hingga saat ini. Hewan melata tersebut juga menjadi satu-satunya satwa warisan zaman ‘Jurrasic’ dan sedikitnya terdapat sekitar 2.500 ekor komodo di Taman Nasional Komodo. Taman nasional ini terdiri atas tiga pulau besar Pulau KomodoPulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil. Wilayah darat taman nasional ini 603 km² dan wilayah total adalah 1817 km².

Pada tahun 2009, Taman Nasional Komodo dinobatkan jadi finalis New Seven Wonders of Nature yang baru kemudian diumumkan pada tahun 2010. Melewati voting dengan cara online di situs www.N7W.com. Pada November 2011, New 7 Wonders sudah menginformasikan pemenang sesaat, serta Taman Nasional Komodo masuk kedalam jajaran pemenang tersebut. Hutan Amazon, Teluk Halong, Air Terjun Iguazu, Pulau Jeju, dan Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa, serta Table Mountain juga menjadi jejeran nama yang pemenang vote tersebut. Namun yang membanggakan Indonesia, Taman Nasional Komodo memperoleh suara paling banyak.

  1. Mempunyai Dua Alat Kelamin Jantan

Kadal raksasa ini memiliki dua alat kelamin pada sang jantan. Mungkin hanya sebagian kecil masyarakat yang tau mengenai hal tersebut. Alat vital yang lebih panjang bertujuan untuk berkembang biak, sedangkan satu yang lain masih di teliti kegunaanya.

  1. Tiga Mata

Tidak hanya unik dengan organ vitalnya saja, Komodo juga memiliki tiga mata. Dua mata kanan dan kiri yang berfungsi untuk melihat di kala siang hari dan satu mata berada di tengah kepala untuk sensor di kala malam hari tiba.

  1. Jumlah Komodo Betina Lebih Sedikit

Saat ini jumlah Komodo jantan lebih banyak dibandingkan dengan Komodo betina. Hal ini disebabkan sang betina banyak mengeluarkan energi ketika sedang bertelur. Setelah itu tugas sang betina tidak berhenti sampai di situ, betina juga harus memindahkan telur-telurnya ke lubang. Sebab itulah banyak kasus dimana betina mati kelaparan karena terlalu sibuk dengan telur-telurnya dan tidak sempat mencari makan.

  1. Komodo Binatang Kanibal

Hal lain yang tidak kalah membuat anda terkejut adalah, fakta mengungkapkan bahwa sewan ini adalah hewan kanibal. Artinya bahwa hewan yang mempunyai lidah bercabang ini, mau memakan hewan sejenisnya sendiri.

  1. Air Liur Mematikan

Para  Peneliti menemukan rata-rata 58 spesies bakteri terdapat dalam liur komodo. Sebanyak 93 persen infeksi ini diklasifikasikan memiliki potensi patogen. Bakteri patogen sendiri adalah jenis-jenis bakteri yang menjadi biang penyakit pada makhluk hidup. Bakteri patogen ini bekerja dengan cara menginfeksi organisme dan sebagai akibatnya, muncul gejala-gejala abnormal yang kita kenali sebagai tanda-tanda penyakit. Bakteri ini juga di kenal sebagai salah satu bakteri yang paling mematikan.

Akses bagi wisatawan lokal dan asing yang ingin berkunjung ke pulau Komodo, mesti transit di Denpasar Bali, bila mengacu penerbangan via Jakarta. Lantas kembali meneruskan perjalanan memakai pesawat Trigana Air atau Merpati ke Bandar Hawa Komodo di Labuan Bajo, lalu menyewa kapal untuk bisa tiba di lokasi. So, jangan mau ketinggalan dengan turis asing yang lebih sering menyambangi tempat ini. Kita patut berbangga dengan hal ini, karena kita sebagai warga negara Indonesia tidak perlu membawa paspor dan mengurus visa untuk mengunjungi tempat satu-satunya di dunia yang menjadi habitat hewan purba ini.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>