Kini setiap kamu membeli rokok, pasti ada peringatan yang bertuliskan “MEROKOK MEMBUNUHMU”. Kalau cinta ini membunuhmu sih itu lagunya D’masiv (hehe). Terus kenapa kamu masih merokok? Memang sedikit aneh kedengarannya, tapi nyatanya hal ini masih terjadi di Indonesia. Peringatan “MEROKOK MEMBUNUHMU” yang ada di setiap rokok tidak menyurutkan para penghisap tembakau ini.

Bahkan dapat di katakan, merokok sama juga dengan melakukan bunuh diri secara perlahan-lahan. Bahkan sejumlah penyakit berbahaya juga tertera di dalam kemasan rokok. Penyakit Kanker, Jantung, Impotensi sampai gangguan kehamilan dan janin tidak membuat warga Indonesia berhenti merokok. Bahkan Indonesia menjadi negara ke dua di Dunia yang masyarakatnya gemar merokok.

Jumlah perokok aktiv laki-laki di Indonesia mencapai angka 67 persen. Jumlah yang besar namun bukan suatu hal yang patut kita banggakan sebagai masyarakat Indonesia. Bayangkan, tidak hanya perokok saja yang terkena penyakit. Perokok pasif (yang hanya terkena asap rokoknya saja) rentan terhadap penyakit. Anehnya penyakit Stroke dan serangan Jantung lebih rentan dialami oleh mereka perokok pasif. Kanker Paru-Paru juga menjadi ancaman bagi perokok pasif.

Merokok pada kenyataannya bukan hanya merugikan diri kamu sendiri, melainkan juga merugikan orang di sekitar kamu. Tapi banyak sebab kenapa, kita saat ini menjadi perokok. Faktor lingkungan dimana kita tumbuh menjadi dewasa memegang peran penting dalam hal ini. Awalnya hanya mencoba-coba, tapi pada akhirnya menjadi kecanduan dan akhirnya sulit untuk di hentikan.

Jika kamu sayang dan peduli akan kehidupan orang-orang di sekitarmu, sudah seharusnya kamu membulatkan tekad untuk berhenti menghisap rokok. Memang sih, awalnya pasti sangatlah berat untuk berhenti merokok. Caranya mungkin tidak langsung sekaligus, alias secara perlahan-lahan. Mungkin sehari kamu bisa menghabiskan 3 bungkus rokok. Tetapi pelan-pelan di kurangi menjadi 2 bungkus rokok dan seiring berjalannya waktu jumlah rokok yang kamu hisap terus kamu kurangi.

Tidak sedikit juga di luar sana kisah orang yang sukses berhenti dari kecanduan rokok. Asalkan ada niat dan kemauan, pasti hal itu dapat terwujud. Jadi mulai sekarang, berhentilah untuk “bunuh diri secara perlahan-lahan”. Karena merokok bukan hanya merugikan diri kamu sendiri, tetapi juga merugikan orang lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>