Antonio Conte bukanlah sosok pelatih yang terbiasa duduk tenang di pinggir lapangan, menorehkan catatan di buku kecil, ataupun terlihat kalem dan santai.

Tidak, pelatih Chelsea FC ini adalah tipikal yang ekspresif dan vokal sepanjang berjalannya pertandingan. Hal ini tampak jelas ketika ia menjalani debutnya di Liga Inggris dini hari tadi ketika Chelsea menjamu West Ham United di Stamford Bridge.

Eks pelatih tim nasional Italia dan Juventus ini memainkan formasi 4-1-4-1 dengan Diego Costa sebagai striker tunggal. Pemain baru N’Golo Kante dipasangkan dengan Matic di jantung tengah sedangkan lini belakang diisi oleh Ivanovic, Cahill, Azpilicueta dan kapten John Terry.

Dari segi rekor, dalam 10 pertandingan kandang Liga Inggris terakhir, Chelsea belum pernah kalah atas West Ham. The Blues mencatatkan 7 kemenangan dan 3 hasil seri. Di samping itu, Chelsea juga menyandang predikat sebagai klub dengan rekor opening game terbaik dengan 51 points dalam sejarah Premier League.

Seperti yang diharapkan dalam pertandingan derby, kartu kuning pertama dikeluarkan pada menit ke-3 untuk Kante atas pelanggarannya terhadap Andy Carroll. Pertandingan berjalan tanpa gol sampai jeda halftime dibunyikan.

Segera setelah babak ke-2 dimulai, Chelsea mendapatkan penalti ketika Michail Antonio mengganjal bek Azpilicueta di kotak terlarang. Eden Hazard sukses mengeksekusi penalti dari titik putih dan Chelsea memimpin 1-0.

Drama dan kontroversi semakin meningkat ketika Diego Costa melakukan tackle atas kiper West Ham tersebut. Fans West Ham tentunya mengharapkan kartu kuning ke-2 untuk Costa, tapi wasit Anthony Taylor berkata lain. Menit 77, James Collins menyamakan kedudukan melalui tendangan halfvolley ke gawang Courtois.

Memasuki menit-menit terakhir, Diego Costa melesakan tendangan dari luar kotak penalti dan membawa Chelsea kembali unggul. Pertandingan berakhir 2-1 untuk klub milik Roman Abramovich tersebut.

Conte tidak berusaha menutupi emosinya. Setiap kesempatan yang gagal, setiap tendangan dan posisi yang menjanjikan, ia berlaga seperti layaknya seorang suporter. Ketika gol ke-2 Chelsea, ia bahkan menghampiri para penonton, berpelukan, berteriak dan bahkan tos. Dan saat peluit panjang ditiup, ia menghampiri satu per satu pemainnya dan memeluk mereka.

“Aku senang dengan jalannya pertandingan. Para penggemar luar biasa. Dan aku juga sangat berterima kasih kepada pendukung Chelsea yang mengibarkan bendera Italia saat laga berjalan. Aku merasa emosional.” ujarnya.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>