Kemarin tepat tanggal 17 Agustus 2016, artinya Indonesia telah merdeka selama 71 tahun. Banyak pahlawan yang telah berguguran demi memerdekaan bangsa dan tanah air ini. Tapi, ada beberapa pahlawan yang mungkin namanya tidak sering kita dengar. Untuk mengingat jasa-jasanya dalam rangka menyambut kemerdekaan Indonesia, langsung saja kita simak pahlawan-pahlawan yang “terlupakan” ini.

  1. Tan Malaka

Pemilik nama asli Sultan Ibrahim ini merupakan tokoh yang sangat dicari oleh Belanda. Semasa hidupnya Tan Malaka selain menjadi seorang pejuang, ia juga menjadi seorang guru. Bahkan Presiden Soekarno memberi gelar “orang yang paling ahli dalam revolusi” kepada pria kelahiran Nagari Pandam Gadang, Sumatera Barat.

  1. Kusno Wibowo

Pahlawan yang satu ini sangat terkenal bagi masyarakat Surabaya pada umumnya. Kusno Wibowo adalah orang yang berani melakukan perobekan bendera Belanda di hotel Yamato.

  1. Kasman Singodimejo

Mungkin sangat sedikit orang yang mengetahui bahwa Kasman Singodimejo adalah pahlawan Indonesia. Ironisnya lagi, buku-buku sejarah juga tidak mencantumkan namanya sebagai pahlawan nasional.

  1. Supriyadi

Menteri Keamanan Rakyat Indonesia pertama ini, merupakan pemimpin pemberontan pasukan Pembela Tanah Air atau yang lebih sering kita kenal dengan (PETA).

  1. Gatot Mangkoepradja

Pria yang wafat dalam usianya yang ke-69 tahun ini merupakan pahlawan dari tanah Jawa Barat. Gatot merupakan salah satu pimpinan Bond van Inheemsche yang merupaka cikal-bakal organisasi Jong Java.

  1. Pang Suma

Pahlawan asal suku Dayak ini begerilya di daerah Kalimantan Barat. Hanya bermodalkan Mandau (parang panjang), Pang Suma berhasil membunuh 3 pimpinan jepang di tanah Kalimantan.

  1. K Trimurti

Mungkin kita hanya mengenal pahlawan wanita hanya Cut Nyak Dhien, R.A Kartini, Cut Nyak Muetia dan Dewi Sartika. Nama S.K Trimurti menjadi sosok yang terlupakan dari sejarah kemerdekaan Indonesia. Istri dari Sayuti Melik ini adalah seorang guru dan merupakan seorang yang mendirikan majalah Bedug, Terompet dan Suara Marheni. Dalam kapasitasnya menjadi seorang guru, wanita ini aktif menyebarkan pamflet-pamflet anti sejarah kepada murid dan masyarakat luas.

 

 

 

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>