Weeiits, tenang mblo, ini bukan film drama romantis tentang lamaran atau nikah-nikahan. Bukan. Janur Kuning disini melambangkan perjuangan rakyat Indonesia dalam menghadapi perang dengan tentara Belanda di ibukota republik di Yogyakarta.

Bercerita tentang suasana mencekam di era 1948, tiga tahun setelah revolusi nasional Indonesia dimulai, pasukan Belanda kembali untuk menyerang Yogyakarta. Disutradarai oleh Alam Rengga Surawidjaja, film ini menampilkan aktor kawakan Kaharuddin Syah, Deddy Sutomo dan Sutopo H.S.

Ketika tentara Belanda mulai menginvasi, Panglima Angkatan Darat Sudirman berhasil kabur, tetapi Sri Sultan Hamengkubuwono IX memilih tinggal bersama rakyatnya. Setelah lepas dari kejaran sekutu, Sudirman hidup bergerilya. Setahun kemudian, Letnan Kolonel Soeharto membuat rencana berani dengan memanfaatkan kekuatan rakyat untuk merebut kembali Yogyakarta.

Pada tanggal 1 Maret 1949, Soeharto dan tentaranya –dengan mengenakan janur kuning di lengan baju seragam– bertempur dengan tentara Belanda selama enam jam dan membuat para sekutu kewalahan. Beberapa bulan kemudian Belanda akhirnya mengakui kemerdekaan Indonesia. Peristiwa ini kemudian dikenang dengan Enam Jam di Yogya.

Dirilis tahun 1980, film ini awalnya secara rutin ditampilkan secara nasional sampai tahun 1998. Tetapi pasca jatuhnya Soeharto, pada September 1998, Menteri Penerangan Yunus Yosfiah menyatakan bahwa film ini tidak akan lagi menjadi bahan tontontan wajib karena dianggap merupakan usaha untuk memanipulasi sejarah dan menciptakn kultus dengan Soeharto di pusatnya. Versi lain menyatakan bahwa Sudirman lah yang memerintahkan pertempuran dengan Belanda di Yogyakarta, bukan Soeharto.

Pada saat produksi, ada adegan dimana Sudirman bertemu dan memeluk Sultan Hamengkubuwono IX saat kembali dari gerilya. Menurut Sutomo (pemeran Sudirman), adegan tersebut dipotong karena tim sensor di Order Baru pemerintahan Soeharto tidak setuju. Di film, Sudirman yang sedang sakit TBC, digambarkan seolah memiliki kekuatan gaib. Di satu adegan, Sudirman terlihat membisikan sebuah doa dan tiba-tiba hujan deras turun dan menghalangi tentara Belanda yang tengah mengejarnya sehingga ia dapat kabur.

Janur Kuning adalah film Indonesia termahal pada masanya yang diproduksi dengan anggaran Rp 375 juta. Film ini mendapatkan dua penghargaan di Festival Film Indonesia tahun 1980.

Buat kamu yang suka film-film berbau nasionalis dan kenegaraan, gak ada salahnya nyobain nonton film ini. Kebetulan masih dalam semangat kemerdekaan kan, jadi langsung aja deh download Genflix di App Store atau Google Play, langganan dan akses filmnya di http://genflix.co.id/content/packages?cat=movies&id=1550&title=Janur-Kuning.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>