Belakangan Ini film-film karya anak bangsa kembali menggeliat. Sebut saja judul-judul seperti: Ada Apa Dengan Cinta? 2, My Stupid Boss, Laskar pelangi sampai Rudie Habibie menjadi film Indonesia yang jumlah penontonnya luar biasa. Bahkan Laskar Pelangi menembus angka lebih dari 4,5 juta penonton. Tetapi, larisnya film-film tersebut, tidak menjamin bahwa film tersebut menjadi film yang akan memenangi Piala Citra. Sedikit informasi, bahwa Piala Citra diberikan kepada pemenang Festival Film Indonesia. Yang tujuannya tidak lain adalah untuk mengapresiasi karya anak bangsa.

  1. Sang Penari

Film berdurasi 111 menit ini menjadi pemenang Piala Citra pada tahun 2011. Cerita yang mengambil desa kecil di Banyumas ini mengisahkan seorang tentara yang bertemu dengan tunanetra. Tunanetra tersebut memintanya untuk mencari seorang wanita yang bernama Srintil. Prisilia Nasution yang berperan sebagai Srintil mengaku “Adegan-adegan love scene itu sudah jadi bagian dari kontrak di awal. Aku enggak deg-degan untuk telanjang. Aku akan lakukan semua, karena  yang lakukan itu Srintil. Aku memainkan karakter Srintil. Kalau pas cut (pengambilan gambar adegan itu selesai), aku jadi Pia (dirinya sendiri) lagi.” ujar wanita berdarah Batak ini.

  1. Tanah Surga… Katanya

Herwin Novianto berhasil menjadi Sutradara terbaik pada tahun 2012, bersama dengan film “Tanah Surga… Katanya”. Bahkan film yang bercerita tentang kehidupan di perbatasan Indonesia – Malaysia ini berhasil juga mengantarkan salah satu pemerannya menjadi pemeran pria terbaik, Fuad Idris.

  1. Sang Kiai

Tahun 2013 Piala Citra menjadi hak rumah produksi Rapi Films. Film yang mengangkat tokoh ulama Jawa Timur KH. Hasyim Asyari ini dibintangi oleh Ikranagara, Christine Hakim, Agus Kuncoro dan Adipati Dolken. Film ini berceritakan tentang sosok Ulama KH. Hasyim Asyari yang menentang melakukan Sekerei (menyembah matahari). Sehingga tokoh besar agama tersebut di tangkap oleh Jepang dan menimbulkan banyak pergerakan untuk membebaskan sang Ulama.

  1. Cahaya Dari Timur: Beta Maluku

Film yang mengangkat Bahasa Ambon ini berhasil menjadi pemenang Piala Citra pada tahun 2014. Chicco Jerikho yang berperan sebagai Sani Tawainella merupakan pemain bola yang gagal yang kini hanya berprofesi sebagai tukang ojek. Film yang mengangkat sepak bola sebagai pokok utama ini, berkisah tentang penyatuan agama dalam 1 klub sepak bola yang berujung pada perpecahan.

  1. Siti

Diproduseri oleh Ifa Isfansyah, film independen berdurasi 88 menit ini pertama kali dirilis di tahun 2014. Mengambil latar belakang kehidupan di kawasan Parangtritis, Yogyakarta, SITI

hanya menghabiskan Rp 150 juta selama masa produksi. Untuk menambah rasa emosional, film ini sengaja dibuat hitam-putih untuk mengilustrasikan betapa tidak bewarnanya hidup Siti kala itu. Meski tergolong sebagai film low budget, SITI sukses menyabet berbagai penghargaan antara lain Film Fiksi Panjang Terbaik di Apresiasi Film Indonesia 2015 dan Film Terbaik di Festival Film Indonesia 2015.

Bagi Anda yang belum sempat menonton film-film terbaik tersebut, khusus film SITI Anda dapat menontonnya di Genflix. Segera unduh Genflix dan dapatkan tontonan film-film terbaik. Tidak hanya film Indonesia, film Blockbuster dan Anime Jepang juga dapat Anda saksikan dengan kualitas gambar yang sangat baik.

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>