Jomblo ngenes? Kamu ngerasa?

Ih, kalau aku enggak ya. Meski jomblo, tapi bahagia selalu setiap hari lah ya nggak ngenes. Eh tapi ini nggak bahas status siapapun yang masih jomblo kok. Tapi membahas The Jones: Jomblo Ngenes, pemenang kompetisi penulisan naskah yang diadakan oleh Genflix.
The Jones: Jomblo Ngenes berbentuk web series atau film pendek dan sekarang tayang tiga episode. The Jones: Jomblo Ngenes bercerita mengenai dua cowok yang selalu apes dalam mengejar cinta mereka. Ceritanya yang ringan dibalut dengan unsur komedi yang dijamin memicu gelak tawa penonton. Serial ini merupakan original series pertama Genflix dan menjadi sebagai pembuka original series dan film selanjutnya yang akan tayang di Genflix.
Penyerahan hadiah secara simbolis dilakukan pada Kamis lalu (17/11) bertempat di Conclave, Jalan Wijaya I, Jakarta Selatan. Acara hari itu juga menghadirkan Titin Wattimena, ketua tim juri kompetisi #ProjecTV, yang membagikan pengalamannya sebagai asisten sutradara dan penulis skrip film.
Pemenang #ProjecTV Genflix, The Jones: Jomblo Ngenes dan CEO Genflix, Greeny Dewayanti.
Titin Wattimena, yang berlatar belakang pendidikan film, awalnya memulai karir menjadi asisten sutradara setelah lulus kuliah. Ia pernah menjadi asisten Rudi Soedjarwo selama setahun. Namun kini, ia lebih fokus kepada penulisan skenario. Ia merupakan penulis skenario beberapa film terlaris Indonesia seperti Mengejar Matahari dan Laskar Pelangi.
Ia bercerita kalau mendapat ide langsung segera dicatat di buku atau telepon genggam, tidak perlu menunggu sampai rumah. Menulis pun juga harus dengan hati karena dengan itulah tulisan dapat lebih mengena di hati pembaca atau penonton. Tulisan juga tidak melulu harus puitis, atau berbelit-belit karena kecenderungan penonton lebih menyukai bahasa sehari-hari namun bermakna.
Dalam penjurian kompetisi naskah #ProjecTV, ia gregetan dengan naskah yang masuk karena banyak yang menggunakan kata ganti orang pertama dalam membuat sinopsis. Padahal, sinopsis seharusnya ditulis menggunakan kata ganti orang ketiga. Banyak juga yang tidak terpilih karena sinopsis terlalu mengawang-awang dan sulit diwujudkan. Melalui sinopsis yang baik, tanpa membaca skrip pembaca akan tahu rasanya seperti apa. Sedangkan melalui skrip, pembaca akan dapat membayangkan bagaimana filmnya nanti.
Talkshow bersama Titin Wattimena, penulis skrip Mengejar Matahari.
Selain meluncurkan original series, Genflix juga berinovasi dengan fitur baru: Referral. Apabila user merekomendasikan layanan streaming ini kepada para teman atau kerabatnya, user akan diberikan bonus Rp 10.000 dan yang direkomendasikan akan mendapat Rp 29.000 dalam bentuk Genflix credit. Fitur ini merupakan hal baru di dunia OTT (Over-The-Top) Service karena belum ada yang membuat metode referral seperti ini.
Beberapa waktu lalu, Genflix resmi merilis channel ANIMAX, saluran televisi terbesar di Jepang yang menyajikan anime-anime populer Asia Tenggara. Genflix melihat minat sebagian masyarakat Indonesia yang menyukai anime-anime Jepang.
Aplikasi karya anak bangsa ini dapat di-download melalui Play Store dan App Store. Atau langsung melalui situs web genflix.co.id via browser internet kamu. Selain itu juga bisa dinikmati dengan Google Chromecast, jadi bisa juga nonton di televisi.
Cek vlog yang satu ini: “My Video On Genflix” 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>