Manchester-United-v-FC-Zorya-Luhansk

Jose Mourinho tidak terkalahkan dari 4 partai pamungkas final Piala Liga. Sumber foto: Mirror.

Menurunkan formasi 4-5-1 dalam partai pamungkas final Piala Liga kala berhadapan dengan Southampton merupakan taktik yang sudah biasa diterapkan oleh manajer asal Portugal tersebut. Dengan mengandalkan lini tengah, baik Jesse Lingard ataupun Juan Mata dapat memberikan umpan-umpan matang kepada sang ujung tombak Zlatan Ibrahimovic. Tidak hanya memanjakan pemain depannya, lini tengah United juga wajib diwaspadai lawan-lawannya. Satu gol Lingard pada pertandingan malam tadi juga semakin menegaskan ketajaman barisan tengah mereka. Meski kalah dalam soal penguasaan bola, Setan Merah tetap mampu mengontrol lapangan tengah.

Bagi Jose Mourinho partai final Piala Liga bukanlah kali pertama dirinya jalani. Mantan pelatih Porto, Chelsea, Inter Milan dan Real Madrid ini sebelumnya telah melalui tiga kali partai final ketika bersama Chelsea 2004/05, 2006/07, 2014/15. Dari ketiga partai final tersebut, tidak sekalipun The Special One julukan Mourinho menelan kekalahan. Artinya pelatih yang kerap melontarkan perkataan-perkataan kontroversial ini belum pernah terkalahkan di partai puncak Piala Liga. Yang teranyar tentu saja persembahan satu trofi pertama dirinya untuk publik Old Trafford.

Kemenangan tipis MU atas Southampton mempertegas kedigdayaan Mourinho kala berlaga di partai pamungkas Piala Liga. Selamat untuk Jose Mourinho dan selamat juga untuk Manchester United yang berhasil meraih trofi kelimanya.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>