Jika kamu tulis di google pemain terbaik Piala Dunia 2018, maka nama yang muncul pasti Luka Modric. Ya, pemain kelahiran 9 September 32 tahun silam tersebut berhasil menjadi pemain terbaik di ajang Piala Dunia 2018. Berposisi sebagai pemain tengah, Modric menjadi sosok vital lolosnya Kroasia hingga partai pamungkas. Maka tidak heran jika dirinya banyak dipuja dan dianggap pahlawan oleh rakyat Kroasia. Jalan tim berjuluk Vatreni tersebut sebelum menembus partai final bisa dikatakan fenomenal, sebab anak asuh Zlatko Dalic tersebut harus menyingkirkan tim-tim favorit juara seperti tuan rumah Rusia lewat babak adu penalty dan mengubur impian Inggris meski harus melalui babak extra time. Walau gagal membawa negaranya menjadi juara Dunia untuk pertama kalinya dan tidak berhasil menciptakan gol, dinobatkannya Modric sebagai peraih Golden Ball sudah cukup memberikan kegembiraan bagi negara yang berbatas dengan Slovenia dan Bosnia tersebut.

Meskipun bermain apik, namun Dejan Lovren dan kawan-kawan gagal menciptakan sejarah menjadi juara baru di gelaran Piala Dunia. Sumber foto: ftb90.

Meskipun bermain apik, namun Dejan Lovren dan kawan-kawan gagal menciptakan sejarah menjadi juara baru di gelaran Piala Dunia. Sumber foto: ftb90.

Sementara itu bagi Prancis, gelar kedua sepanjang sejarah mereka ini disambut dengan suka cita oleh seluruh penggemar tim Ayam Jantan diberbagai belahan Dunia. Ya, maklum saja banyak pemain-pemain timnas Prancis yang memiliki darah campuran. Sebut saja Nabil Fekir, N’golo Kante, Raphael Varane, Kylian Mbappe, Corentin Tolisso hingga bintang Manchester United Paul Pogba yang mempunyai darah keturunan imigran. Unggul 2-1 pada 45 menit pertama, pasukan Didier Deschamps berhasil menggandakan keadaan dan menutup laga dengan hasil akhir 4-2. Kylian Mbapppe yang bermain sangat baik pada laga tersebut juga berhasil menutup penampilan istimewanya lewat satu gol pada menit ke 65. Prancis sebenarnya bisa saja mengunci kemenangan telak 4-1 andai kiper sekaligus kapten mereka tidak membuat kesalatan fatal, yang mengakibatkan Mario Mandzukic menciptakan gol.

Meski hanya berhasil menjadi Runner-up Kroasia rasanya tetap menjadi juara dihati para penggemarnya, sekaligus mengukir sejarah baru setelah 20 tahun yang lalu tim ini harus puas dengan peringkat ketiga. Sedangkan untuk Les Blues keberhasilan menjadi juara Dunia tahun ini, menjadi pengulangan prestasi mereka pada 1998 silam ketika mampu mengalahkan tim Samba Brazil. Félicitations Français!

 

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>