Rupiah Masih Melemah Di Level 14.021 Per Dollar AS

Nilai tukar rupiah masih terus melemah, pelemahan ini lantaran masih menunggu keluar data FOMC yang berlangsung 31 Juli 2019.

Pada Pukul 12.21 WIB menurut data Bloomberg berada pada level Rp 14.021 per dolar AS atau melemah 0,09 persen setelah pada akhir pekan lalu ditutup Rp 14.009 per dolar AS.

Ada juga kurs rupiah terhadap dolar AS di JISDOR melemah 0,06 persen menjadi Rp 14.010 per dolar AS dibandingkan dengan penutupan kemarin jumat (26/7) yang berada pada Rp 14.001 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail Zaini menyampaikan, penantian para investor terhadap kelangsungan agenda Federal Open Market Committee (FOMC) akan mempengaruhi arah rupiah.

Agenda FOMC yang akan berlangsung pada 31 Juli nanti menjadi sangat krusial lantaran The Federal Reserves berpeluang besar memangkas suku bunga acuan AS.

Potensi ini sangat besar jika merujuk pada hasil data awal pertumbuhan ekonomi AS di Kuartal II-2019  yang hanya naik 2,1 Persen secara tahunan (yoy) atau lebih rendah dibandingkan capaian periode yang sama di tahun lalu sebesar 3,1 persen (yoy). Hasil ini membuat ancaman perlambatan ekonomi di negeri Paman Sam kian terlihat.

“Data PDB AS dapat menjadi acuan seberapa banyak The Fed akan menurunkan suku bunga acuan saat FOMC nanti.” Ucapnya.    

Sumber Foto: cdn2.tstatic.net

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *